Jangkauan Jakarta Utara — Genangan air yang sempat melanda kawasan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa (29/10/2025) pagi, kini telah sepenuhnya surut. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Duren Tiga memastikan seluruh saluran air di wilayah tersebut dalam kondisi aman dan berfungsi normal.
Lurah Duren Tiga, Hendra Pratama, mengungkapkan bahwa banjir sempat terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta sejak dini hari. Genangan dengan ketinggian air mencapai 20–40 sentimeter muncul di beberapa titik, terutama di Jalan Pancoran Barat II, Gang Sawo, dan Jalan Duren Tiga Raya.
“Air mulai naik sekitar pukul 05.00 WIB, tapi berangsur surut sejak pukul 07.30. Saat ini seluruh kawasan sudah kering. Kami pastikan drainase berjalan lancar setelah dilakukan pembersihan,” kata Hendra.
PPSU dan Sudin SDA Gerak Cepat di Lapangan
Begitu laporan banjir diterima, tim PPSU bersama Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan langsung turun ke lokasi. Mereka membuka tutup saluran, mengangkat sedimen, dan membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air.
“Kami kerahkan 15 anggota PPSU sejak pagi untuk memastikan tidak ada hambatan di saluran utama. Hasilnya cukup cepat, dalam waktu kurang dari dua jam genangan sudah surut total,” ujar Hendra.
Selain pembersihan, Sudin SDA juga menurunkan mobil pompa portabel sebagai langkah antisipasi apabila curah hujan kembali meningkat. Namun, hingga sore hari, kondisi di kawasan Duren Tiga tetap stabil.
Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jaksel, Yusuf Ramadhan, mengatakan bahwa wilayah tersebut termasuk salah satu yang memiliki sistem drainase cukup baik, namun masih rentan genangan jika curah hujan tinggi disertai sampah yang menyumbat.
“Kami tetap pantau titik-titik rawan, terutama di pertemuan saluran antara Pancoran Barat dan Duren Tiga. Semua pompa dan saluran kini dalam kondisi berfungsi normal,” jelasnya.
Edukasi Warga Jadi Fokus
Selain tindakan teknis, Pemkot Jakarta Selatan melalui kelurahan dan PPSU juga terus mengedukasi warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke selokan atau saluran air, yang sering menjadi penyebab utama terjadinya genangan.
“Setiap kali hujan deras, kami temukan banyak sampah rumah tangga di dalam saluran. Kami harap masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan agar banjir tidak terulang,” kata Hendra.
Sebagai bentuk pencegahan, petugas PPSU juga rutin melakukan grebek saluran seminggu sekali di lokasi rawan, seperti kawasan sekitar Pasar Duren Tiga dan Jalan Haji Samali, yang kerap menjadi titik tumpukan sedimen.

Baca juga: Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Lewat Speed Boat di Selat Batam
Warga Apresiasi Respons Cepat
Warga setempat mengapresiasi langkah cepat petugas PPSU dan Sudin SDA dalam menangani banjir kali ini. Salah satu warga, Yulianto (42), menyebut genangan kali ini tidak berlangsung lama seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya kalau hujan deras, air bisa bertahan sampai siang. Tapi tadi cepat sekali surut, sekitar dua jam sudah kering. Petugas PPSU kerja cepat sekali bersihkan saluran,” ucap Yulianto.
Ia berharap pemerintah terus melakukan pemeliharaan rutin agar kawasan tersebut tidak lagi menjadi langganan genangan setiap musim hujan.
Antisipasi Musim Hujan dan Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya hingga awal November 2025. Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota Jakarta Selatan memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi banjir susulan.
“Kami sudah siagakan petugas PPSU 24 jam di setiap kelurahan. Semua peralatan pompa portable dan penyedot air juga dalam kondisi siap digunakan,” tutur Yusuf Ramadhan.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga tengah melakukan pemetaan ulang titik rawan genangan, terutama di wilayah padat penduduk yang memiliki elevasi rendah.
Pemerintah Imbau Warga Tetap Waspada
Meski banjir telah surut, Pemkot Jakarta Selatan mengimbau warga tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Warga juga diharapkan segera melapor ke posko kelurahan jika terjadi genangan kembali.
“Banjir bisa kita atasi bersama kalau warga ikut menjaga kebersihan lingkungan dan melapor cepat. PPSU akan selalu siaga,” pungkas Lurah Hendra.
Dengan langkah cepat, kolaboratif, dan berkesinambungan antara pemerintah, PPSU, dan masyarakat, wilayah Duren Tiga kini kembali normal dan bebas genangan, menjadi contoh nyata efektivitas respons cepat bencana perkotaan di Jakarta Selatan.






