Jangkauan Jakarta Utara – Menteri Investasi Rosan Roeslani melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa realisasi investasi pada kuartal I 2026 mencapai Rp498,79 triliun. Angka ini menunjukkan tren positif dalam pertumbuhan investasi nasional di awal tahun.
Capaian tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Indonesia.
Didorong Berbagai Sektor Strategis
Rosan menjelaskan bahwa realisasi investasi didukung oleh berbagai sektor strategis, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, serta infrastruktur. Investasi ini tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari penanaman modal asing.

Baca juga: RUU PPRT Bakal Disahkan, Menkum: Sesuai Tuntutan Seluruh Serikat Pekerja
Dampak pada Perekonomian Nasional
Pertumbuhan investasi ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional, seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing industri.
Selain itu, investasi yang masuk juga berkontribusi pada pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
Komitmen Jaga Iklim Investasi
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan perizinan dan kepastian hukum. Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor di masa mendatang.
Target Pertumbuhan Berkelanjutan
Dengan capaian yang positif di kuartal pertama, pemerintah optimistis target investasi sepanjang tahun 2026 dapat tercapai. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ini.





