, ,

Buruh dan Mahasiswa Desak Reformasi Polri dalam Aksi Damai di Patung Kuda

oleh -2184 Dilihat

Jangkauan Jakarta Utara – Ratusan buruh dan mahasiswa menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/9). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan reformasi kepolisian serta mendesak agar Polri lebih transparan, profesional, dan berpihak kepada rakyat.

Seruan Reformasi Polri

Para pengunjuk rasa membawa spanduk, poster, serta pengeras suara berisi seruan agar Polri melakukan perbaikan menyeluruh di tubuh institusi. Mereka menilai berbagai kasus pelanggaran etik, tindak kekerasan, hingga isu korupsi di internal kepolisian harus segera dituntaskan.

“Kami menuntut reformasi Polri agar tidak lagi ada praktik penyalahgunaan wewenang, kekerasan berlebihan, serta dugaan korupsi yang mencederai kepercayaan publik,” tegas salah satu orator aksi dari kalangan mahasiswa.

Kolaborasi Buruh dan Mahasiswa

Aksi di Patung Kuda ini menarik perhatian karena memperlihatkan kolaborasi antara kelompok buruh dan mahasiswa. Buruh menyoroti kasus kriminalisasi terhadap aktivis serta dugaan keberpihakan aparat pada kepentingan elit, sementara mahasiswa menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas Polri.

“Kami sepakat bahwa Polri harus kembali ke khittahnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, bukan alat politik atau kekuasaan,” kata seorang perwakilan serikat buruh.

Buruh dan Mahasiswa
Buruh dan Mahasiswa

Baca juga: Komisi V DPR Dorong Integrasi Terminal Pondok Cabe dengan MRT, LRT, dan KRL

Suasana Aksi Damai

Massa aksi terlihat kompak menyuarakan aspirasi secara tertib. Meski jumlahnya ratusan, mereka tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis. Aparat kepolisian juga tampak melakukan pengamanan dengan pendekatan persuasif.

Sejumlah perwakilan mahasiswa sempat melakukan orasi bergantian, sementara peserta aksi lainnya duduk di sekitar lokasi sambil menyanyikan yel-yel perjuangan.

Respons Aparat

Pihak kepolisian yang berjaga menyatakan menghargai aspirasi yang disampaikan dalam bentuk aksi damai. Mereka memastikan akan menampung tuntutan para pengunjuk rasa dan menyampaikannya kepada pimpinan institusi.

“Kami terbuka dengan kritik dan saran. Semua masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan Polri ke depan,” ujar salah seorang pejabat kepolisian yang hadir di lokasi.

Harapan Aksi

Aksi damai ini diakhiri dengan doa bersama dan pembacaan pernyataan sikap. Buruh dan mahasiswa berharap desakan reformasi Polri tidak hanya berhenti pada wacana, melainkan benar-benar diwujudkan dalam kebijakan konkret.

“Kalau Polri berbenah, kepercayaan rakyat akan pulih. Itu yang kami harapkan,” pungkas seorang mahasiswa sebelum massa membubarkan diri dengan tertib.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.