, , ,

Legislator DKI Minta Dinas Pertamanan Perketat Pemeriksaan Pohon Rawan Tumbang

oleh -1413 Dilihat

Jangkauan Jakarta Utara — Memasuki musim hujan yang disertai angin kencang, anggota DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) untuk memperketat pemeriksaan terhadap pohon-pohon rawan tumbang di seluruh wilayah ibu kota. Permintaan ini disampaikan menyusul sejumlah insiden pohon tumbang yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan korban luka dalam beberapa pekan terakhir.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Iman Satria, menegaskan pentingnya langkah antisipasi yang lebih sistematis dari dinas terkait, terutama pada titik-titik yang rawan. Ia menyebutkan bahwa pengawasan rutin dan pemangkasan terukur menjadi hal utama yang tidak boleh diabaikan.

“Setiap tahun selalu ada kejadian pohon tumbang yang menimpa kendaraan atau bahkan pejalan kaki. Kami minta Distamhut memperketat pengecekan, terutama di area dengan lalu lintas padat seperti Sudirman, MH Thamrin, dan wilayah pemukiman padat penduduk,” kata Iman di Gedung DPRD DKI, Jumat (1/11/2025).

Evaluasi Data dan Kondisi Pohon

Menurut Iman, Pemprov DKI perlu memiliki database kondisi pohon secara digital agar bisa diketahui mana yang sudah tua, rapuh, atau berisiko tinggi tumbang. Dengan data tersebut, pemeliharaan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Teknologi bisa dimanfaatkan. Kalau kita punya peta digital pohon, Distamhut bisa memonitor mana yang butuh perawatan, mana yang harus ditebang, mana yang cukup dipangkas. Jangan sampai baru bertindak setelah kejadian,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak pohon di Jakarta sudah berusia puluhan tahun dan tertanam di atas saluran air, trotoar, atau lahan yang strukturnya tidak stabil. Kondisi ini membuat akar mudah terangkat saat hujan deras dan angin kencang melanda.

Dinas Pertamanan
Dinas Pertamanan

Baca juga: Banjir di Duren Tiga Jakarta Selatan Surut, PPSU Pastikan Saluran Air Aman

Dinas Pertamanan Janji Tindak Lanjut

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menyatakan pihaknya telah menurunkan tim monitoring ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan rutin di lima wilayah kota administrasi.

“Kami sudah petakan sekitar 2.300 pohon yang masuk kategori rawan. Sebagian besar berada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Tim pemangkasan sudah bergerak sejak awal Oktober dan akan terus berlanjut,” ujar Bayu.

Bayu menambahkan, selain pemangkasan, pihaknya juga melakukan peremajaan pohon dengan mengganti pohon tua berdiameter besar menggunakan jenis yang lebih adaptif dan tahan angin, seperti ketapang kencana dan tabebuya.

Antisipasi Korban dan Koordinasi Lintas Dinas

Selain pemangkasan, DPRD DKI juga meminta agar Distamhut berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP untuk menyiapkan langkah darurat saat terjadi insiden tumbang. Koordinasi ini dinilai penting agar proses evakuasi dan penanganan korban bisa dilakukan cepat.

“Koordinasi lintas dinas harus berjalan. Kalau ada pohon tumbang yang menghalangi jalan atau menimpa kendaraan, jangan sampai warga menunggu lama untuk penanganan,” kata Iman.

Sementara itu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek hingga pertengahan November. Dalam kondisi ini, DPRD DKI mengingatkan agar Distamhut tetap siaga 24 jam dan menyiapkan posko cepat tanggap pohon tumbang di tiap wilayah.

Dorongan Edukasi untuk Warga

Selain penanganan teknis, legislator juga meminta agar Pemprov DKI mengedukasi masyarakat agar melapor jika menemukan pohon yang terlihat miring, berongga, atau rantingnya menjulur ke kabel listrik.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi masyarakat juga penting. Dengan laporan cepat, kejadian bisa dicegah sebelum menimbulkan korban,” tutup Iman.

Dengan langkah pengawasan ketat dan kerja sama lintas sektor, diharapkan risiko pohon tumbang di Jakarta pada musim hujan kali ini dapat diminimalkan secara signifikan.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.