Jangkauan Jakarta Utara – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta menyesuaikan waktu kegiatan belajar mengajar selama bulan suci Ramadhan. Dalam kebijakan tersebut, aktivitas pembelajaran di sekolah ditetapkan selesai paling lambat pukul 14.00 WIB, sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi fisik dan spiritual peserta didik selama menjalankan ibadah puasa.
Kebijakan ini berlaku untuk seluruh satuan pendidikan di bawah kewenangan Disdik DKI Jakarta, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
Penyesuaian Jadwal Demi Kenyamanan Siswa
Disdik DKI Jakarta menyampaikan bahwa penyesuaian waktu belajar selama Ramadhan bertujuan menjaga kesehatan, konsentrasi, serta kenyamanan siswa dan tenaga pendidik. Dengan jam belajar yang lebih singkat, diharapkan siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran secara optimal tanpa mengurangi kekhusyukan dalam menjalankan ibadah puasa.
Sekolah diberikan ruang untuk menyesuaikan jadwal pembelajaran sesuai kondisi masing-masing, dengan tetap mengacu pada ketentuan jam selesai yang telah ditetapkan.
Fokus pada Pembelajaran Esensial dan Kegiatan Keagamaan
Selama bulan Ramadhan, sekolah diarahkan untuk memprioritaskan materi pembelajaran yang bersifat esensial. Selain itu, Disdik juga mendorong penguatan kegiatan keagamaan dan pembentukan karakter, seperti pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan pembinaan akhlak.
Bagi peserta didik nonmuslim, sekolah diminta tetap menyediakan kegiatan pembelajaran dan pembinaan karakter yang relevan dan inklusif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pembelajaran-tatap-ptm-terbatas-di-smpn-2-kota-bekasi-rabu-192021.jpg)
Baca juga: Wagub Rano Karno: Parkir Liar Tanah Abang Akan Tertib dalam 3 Hari
Berlaku untuk Semua Jenjang Pendidikan
Kebijakan penyesuaian jam belajar ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA dan SMK negeri maupun swasta di wilayah DKI Jakarta. Disdik menegaskan bahwa pelaksanaan teknis di lapangan tetap memperhatikan kesiapan sekolah serta kondisi peserta didik.
Sekolah juga diimbau untuk mengatur waktu istirahat yang cukup serta menghindari aktivitas fisik berlebihan selama jam pelajaran.
Orang Tua Diharapkan Ikut Mendukung
Disdik DKI Jakarta mengajak para orang tua untuk turut mendukung kebijakan ini dengan memastikan anak-anak tetap menjaga kesehatan, pola makan sahur yang baik, serta memanfaatkan waktu luang di sore hari untuk kegiatan positif.
Sinergi antara sekolah dan orang tua dinilai penting agar tujuan pembelajaran tetap tercapai meskipun terdapat penyesuaian jam belajar selama Ramadhan.
Upaya Jaga Kualitas Pendidikan Tetap Optimal
Meski jam belajar disesuaikan, Disdik DKI Jakarta menegaskan bahwa kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas. Guru didorong untuk mengelola pembelajaran secara kreatif dan efektif agar target kurikulum tetap terpenuhi.
Penyesuaian ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, seimbang antara kewajiban akademik dan ibadah, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh selama bulan suci Ramadhan.







