Jangkauan Jakarta Utara – Gelaran Jakarta Light Festival berhasil mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan selama perayaan Imlek 2026 di kawasan Kota Tua Jakarta. Festival yang menampilkan instalasi cahaya spektakuler ini tidak hanya memeriahkan suasana, tetapi juga menjadi daya tarik utama bagi warga lokal maupun wisatawan mancanegara.
Acara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan pelaku pariwisata untuk memaksimalkan potensi Kota Tua sebagai destinasi budaya dan hiburan selama momen perayaan Imlek.
Festival Cahaya yang Menawan
Jakarta Light Festival menghadirkan berbagai instalasi lampu kreatif dan artistik, termasuk replika lampion raksasa, hiasan bertema budaya Tionghoa, dan permainan cahaya interaktif. Setiap sudut kawasan Kota Tua disulap menjadi area foto Instagramable yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan.
“Festival ini memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Mereka tidak hanya menikmati budaya Imlek, tetapi juga bisa berinteraksi dengan instalasi cahaya yang menarik,” ujar salah satu panitia penyelenggara.
Lonjakan Kunjungan Wisatawan
Data sementara menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah pengunjung Kota Tua dibandingkan tahun sebelumnya. Festival ini berhasil menarik wisatawan lokal dari Jakarta dan sekitarnya, serta turis asing yang ingin merasakan suasana Imlek yang meriah dengan sentuhan modern.
Pengelola kawasan menyebut bahwa hari puncak festival dan malam tahun baru Imlek mencatat kunjungan tertinggi, menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap festival ini.

Baca juga: Wagub Rano Karno: Parkir Liar Tanah Abang Akan Tertib dalam 3 Hari
Dukungan Pemerintah dan Pelaku Usaha
Festival ini didukung penuh oleh pemerintah daerah DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata, bersama pelaku usaha lokal seperti restoran, toko cinderamata, dan pedagang kaki lima. Dukungan ini membantu meningkatkan perekonomian lokal, terutama selama momen libur panjang dan perayaan budaya.
“Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha membuat festival ini tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga sekitar,” kata pejabat Dinas Pariwisata.
Protokol Keamanan dan Kenyamanan
Penyelenggara menekankan bahwa protokol keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas. Petugas keamanan dan layanan publik disiagakan untuk mengatur arus pengunjung, menjaga ketertiban, serta memastikan pengalaman festival berlangsung aman dan menyenangkan.
Selain itu, fasilitas tambahan seperti area parkir, tempat duduk, dan toilet umum disediakan untuk memudahkan pengunjung menikmati festival tanpa gangguan.
Dampak Positif bagi Pariwisata Jakarta
Menurut pengamat pariwisata, Jakarta Light Festival di Kota Tua berpotensi menjadi agenda tahunan yang memperkuat citra Jakarta sebagai kota kreatif dan destinasi wisata budaya. Festival ini juga mampu memadukan tradisi Imlek dengan inovasi modern, sehingga menarik minat berbagai segmen masyarakat.
“Ini contoh bagaimana kegiatan budaya dan hiburan bisa berjalan beriringan, meningkatkan kunjungan wisata, serta mendorong ekonomi lokal,” ujar pengamat.
Harapan Penyelenggara
Penyelenggara berharap festival ini terus berkembang dan menjadi ikon wisata tahunan, menarik lebih banyak pengunjung dari dalam dan luar negeri. Dengan keberhasilan festival ini, Kota Tua diharapkan tetap menjadi pusat budaya, hiburan, dan destinasi wisata yang mendunia.
“Festival ini menunjukkan bahwa Kota Tua tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga bisa menjadi tempat modern yang menyenangkan bagi masyarakat dan wisatawan,” pungkas panitia.





