, ,

Patung Jenderal Sudirman Akan Dipindahkan Imbas Proyek TOD Dukuh Atas

oleh -2242 Dilihat

Jangkauan Jakarta Utara – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan patung Jenderal Sudirman yang berdiri tegak di kawasan Dukuh Atas akan segera dipindahkan. Keputusan ini diambil seiring berjalannya pembangunan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas, yang menjadi salah satu proyek strategis untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi di Jakarta.

Alasan Pemindahan Patung

Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta, Heru Hermawanto, menjelaskan bahwa posisi patung yang berdiri di tengah jalur strategis perlu disesuaikan dengan desain kawasan baru. Meski demikian, ia menegaskan pemindahan tidak akan mengurangi nilai historis dan penghormatan terhadap sosok Jenderal Sudirman.

“Patung ini merupakan simbol perjuangan bangsa. Pemindahan hanya bersifat teknis agar selaras dengan pengembangan kawasan, bukan mengurangi penghormatan kepada pahlawan nasional,” ujar Heru, Sabtu (14/9/2025).

Proses Pemindahan Akan Hati-Hati

Heru memastikan proses pemindahan akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Pemprov akan melibatkan tim ahli sejarah, arsitek, hingga teknisi konstruksi agar patung tidak mengalami kerusakan sedikit pun.

“Patung Jenderal Sudirman bukan sekadar karya seni, tetapi juga memiliki nilai sejarah tinggi. Karena itu, teknis pemindahan akan dilakukan dengan standar terbaik,” katanya.

Patung Jenderal Sudirman
Patung Jenderal Sudirman

Baca juga: SPBU Swasta Batal Beli BBM dari Pertamina, Kandungan Etanol Jadi Biang Kerok

Lokasi Baru yang Disiapkan

Meski belum diputuskan secara final, Pemprov DKI tengah menimbang beberapa lokasi baru untuk menempatkan patung tersebut. Alternatif yang muncul antara lain kawasan dekat Monumen Nasional (Monas) atau tetap di area Dukuh Atas dengan posisi yang lebih sesuai tata ruang.

“Kami masih koordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian ATR/BPN untuk menentukan lokasi paling representatif. Prinsipnya, patung tetap berada di ruang publik yang mudah diakses masyarakat,” jelas Heru.

Respons Sejarawan dan Masyarakat

Pemindahan patung ini menuai beragam respons. Sejarawan mengingatkan agar pemindahan tidak menghilangkan makna historis patung sebagai penghormatan kepada Panglima Besar Jenderal Sudirman.

“Simbol perjuangan harus tetap ditempatkan di ruang strategis. Jangan sampai patung hanya jadi pajangan di sudut kota tanpa makna,” kata seorang akademisi sejarah dari Universitas Indonesia.

Sementara itu, masyarakat berharap pemindahan dilakukan transparan dan disertai sosialisasi yang jelas. “Kami setuju pembangunan kota, tapi jangan sampai warisan sejarah jadi korban,” ujar Yuli, warga Jakarta yang sering melintas di Dukuh Atas.

TOD Dukuh Atas sebagai Proyek Strategis

Pembangunan TOD Dukuh Atas bertujuan mengintegrasikan berbagai moda transportasi, mulai dari MRT, KRL, LRT, TransJakarta, hingga jalur pejalan kaki dan pesepeda. Dengan desain baru, kawasan ini diharapkan menjadi pusat mobilitas modern sekaligus ikon kota.

“Keberadaan TOD akan memudahkan masyarakat berpindah moda transportasi. Dukuh Atas akan kita jadikan kawasan percontohan transit modern,” kata Heru.

Penutup

Pemprov DKI memastikan bahwa pemindahan patung Jenderal Sudirman hanya bersifat teknis penataan ruang. Pemerintah berjanji tetap menjaga marwah simbol perjuangan tersebut, sekaligus menghadirkan wajah baru Dukuh Atas sebagai kawasan transit terpadu yang modern dan berkelas dunia.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.