, , ,

SPBU Swasta Batal Beli BBM dari Pertamina, Kandungan Etanol Jadi Biang Kerok

oleh -2131 Dilihat

Jangkauan Jakarta Utara – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta dikabarkan membatalkan rencana pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pertamina. Alasannya, kandungan etanol dalam produk BBM tertentu dinilai berpotensi menimbulkan masalah teknis pada kendaraan konsumen mereka.

Rencana Kerja Sama yang Terhenti

Sebelumnya, beberapa SPBU swasta telah menjalin komunikasi intensif dengan Pertamina untuk menyalurkan produk BBM nonsubsidi. Langkah ini dilakukan sebagai strategi memperluas jaringan penjualan sekaligus memperkuat pasokan energi di sektor swasta.

Namun, rencana tersebut mendadak batal setelah pihak SPBU swasta menemukan bahwa BBM yang akan dipasok mengandung etanol dalam kadar tertentu. Mereka menilai produk itu tidak sesuai dengan kebutuhan sebagian pelanggan yang masih menggunakan kendaraan dengan mesin konvensional.

Kandungan Etanol Jadi Masalah

Etanol dalam BBM sejatinya digunakan untuk mendukung program energi bersih dan mengurangi emisi. Namun, sejumlah pengelola SPBU swasta menilai keberadaan etanol berpotensi menimbulkan risiko, terutama pada kendaraan lama yang belum kompatibel dengan bahan bakar campuran.

“Banyak konsumen kami masih menggunakan kendaraan lama. Kalau dipaksa pakai BBM bercampur etanol, dikhawatirkan bisa merusak mesin,” ujar salah satu pengelola SPBU swasta.

SPBU Swasta
SPBU Swasta

Baca juga: Dua Terdakwa Korupsi Bandung Zoo Dituntut 15 Tahun Penjara dan Denda Miliaran Rupiah

Pertamina Beri Penjelasan

Menanggapi hal ini, Pertamina menegaskan bahwa produk BBM dengan kandungan etanol (E5 hingga E10) merupakan bagian dari kebijakan energi nasional untuk transisi menuju energi hijau.

“Kandungan etanol justru memberikan manfaat lingkungan dengan menekan emisi karbon. Standar ini juga sudah diuji dan dinyatakan aman bagi kendaraan modern,” kata pejabat Pertamina dalam keterangan resmi.

Pertamina juga menyebut bahwa konsumen akan diberi pilihan, tidak semua BBM yang dipasarkan mengandung etanol.

Pro dan Kontra di Lapangan

Kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, kelompok pegiat lingkungan mendukung penuh penggunaan etanol karena sejalan dengan upaya menekan polusi udara.

Namun, di sisi lain, pelaku usaha SPBU swasta menganggap kebijakan ini masih prematur karena infrastruktur dan kesiapan konsumen belum merata.

“Transisi energi harus dilakukan bertahap. Kalau dipaksakan, yang rugi justru masyarakat pengguna kendaraan lama,” kata seorang pengamat energi.

Pemerintah Diminta Cari Solusi

Pemerintah diminta turun tangan mencari solusi agar perbedaan pandangan antara Pertamina dan SPBU swasta tidak menimbulkan gejolak di lapangan. Transparansi informasi mengenai keunggulan dan risiko BBM berbasis etanol juga dinilai penting agar konsumen bisa lebih memahami.

Selain itu, dukungan teknis untuk bengkel dan produsen kendaraan lama juga diperlukan agar mereka bisa beradaptasi dengan bahan bakar campuran.

Menunggu Kejelasan

Hingga kini, kerja sama distribusi BBM antara SPBU swasta dengan Pertamina belum menemukan titik terang. Pihak swasta masih menahan diri, sementara Pertamina tetap optimis program energi bersih akan berjalan sesuai target pemerintah.

Masyarakat pun menanti kejelasan apakah BBM bercampur etanol akan dipaksakan berlaku menyeluruh atau tetap menjadi opsi pilihan.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.